Skip to content

Sekilas Tentang Internet of Things (IoT) atau Internet Untuk Segalanya

Sekilas Tentang Internet of Things (IoT) atau Internet Untuk Segalanya – Perkembangan dunia digital tidak hanya terhenti pada peluncuran ponsel pintar saja. Ada pula peluncuran Internet Untuk Segalanya (IoT). Adanya sistem ini memungkinkan si pemakai untuk merasakan kenyamanan yang jauh lebih tinggi dari penggunaan peralatan pintar. Teknologi ini telah merambah pasaran dan diprediksi akan semakin berkembang pada tahun 2020.
– Definisi IoT
IoT tidak hanya sekedar peralatan pintar, namun lebih dari itu. Pada dasarnya, segala sesuatu yang terhubung ke internet akan menjadi peralatan pintar. Beberapa contoh yang sudah sering ditemui adalah kulkas pintar, jam pintar, dan lain sebagainya. IoT merupakan lapisan kecerdasan digital, yang membuat sebuah peralatan jauh lebih pintar.

Penjelasan dari Lisa Elenius Taylor, Kepala pemasaran IoT Ericsson dapat dikutip untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. ├┤Pada tingkatan paling dasar, IoT adalah hubungan antar alat, mesin, dan aplikasi yang memiliki perangkat lunak dan kemampuan untuk tersambung yang memampukan mereka untuk terhubung satu sama lain dan bertukar data, ponsel yang digunakan terhubung dengan mesin, aplikasi, dan internet, yang menjadikannya bertukar data.

– Contoh Penggunaan IoT
Banyak orang yang belum menyadari bahwa mereka adalah pengguna IoT. Coba periksa thermostat pintar yang terpasang di rumah. Thermostat akan secara otomatis mengatur temperatur rumah yang diinginkan pengguna. Bola lampu pun merupakan bagian dari IoT ketika alat ini mengingatkan pemilik rumah bahwa temperature di luar terlalu dingin, panas atau lembab.

Apakah IoT hanya mencakup perlengkapan kecil? Ternyata tidak. Ada pula kendaraan yang berjalan tanpa pengemudi, mesin jet, juga mesin sensor yang digunakan pada perusahaan pengelola tanaman. Konektivitas antar mesin besar ini disebut juga Mesin-Ke-Mesin (M2M). Sebagai tambahan, ada pula IoT dalam industri besar.

– Tantangan IoT
Inti dari IoT adalah kemampuan berbagi data. Pengembang telah meneliti bahwa jumlah data yang terkumpul dan harus dikelola oleh alat alat ini cukup banyak. Data besar, sebagaimana para pengembang menyebut pusat data alat IoT, berisi kumpulan data yang sangat berharga mulai dari kecenderungan konsumen, kebutuhan tak terduga, dan lain sebagainya.

Ironisnya, para pengembang belum tahu dan belum memutuskan tindakan yang akan diambil untuk data besar ini. Banyak perusahaan yang menyarankan pengelolaan data dengan berbasis cloud. Permintaan ini disambut positif oleh para pemegang perusahaan raksasa dalam bidang cloud.

Namun demikian, kalkulasi lain menunjukkan bahwa pengalihan data besar ke cloud akan memakan IP traffic yang cukup tinggi. Dengan kurang lebih 2.7 triliun alat dan koneksi yang ada, IoT akan memakan 5% kepadatan IP pada tahun 2021.

Dunia pelayanan menuntut pelayanan dengan kenyamanan tak terbatas. Langkah pertama yang telah berhasil dilakukan adalah membuat perangkat pintar yang terhubung ke internet. Selanjutnya, IoT memungkinkan perangkat ini untuk saling mengakses data. Dengan demikian, si pengguna tak perlu memasukkan instruksi manual ke masing masing peralatan. Sangat nyaman, bukan?

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!