Skip to content

Komputasi Tanpa Server: Apakah Menguntungkan?

Komputasi Tanpa Server: Apakah Menguntungkan? – Seiring berkembangnya kemajuan teknologi, semakin banyak pula perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi kerja. Penggunaan tenaga kerja masih dianggap belum maksimal, karena masih bisa memiliki kesalahan. Yang ditawarkan oleh teknologi adalah komputasi tanpa server. Meski belum dapat beroperasi secara maksimal, teknologi ini dirasa cukup membantu.
– Apa Itu Komputasi Tanpa Server?
Bagi yang belum familiar dengan sistem komputasi tanpa server, jangan terkecoh dengan nama yang ditampilkan. Pengoperasian instruksi masih tetap berpusat pada server seperti Cloud, dll. Server yang dimaksud di sini adalah operator manual atau staff. Sebelum teknologi ini muncul, perusahaan memilih untuk membuat aplikasi berdasarkan kebutuhan dan menugaskan pegawai khusus.

Secara umum, pegawai ini bertugas untuk mengelola, mengawasi, dan merawat aplikasi. Tidak hanya itu, si pegawai juga harus mampu mengatur kode. Tugas tugas inilah yang akan diambil alih oleh sistem komputasi tanpa server. Nantinya, Sistem akan secara otomatis mendeteksi berapa ruang penyimpanan yang dibutuhkan. Hampir seluruh situs yang aktif dan sibuk saat ini menggunakan sistem ini, termasuk bisnis e-commerce.

Bagaimana Contoh Eksekusi Komputasi Tanpa Server?
Sekarang ini, contoh yang paling mendekati komputasi tanpa server adalah Servis Website Amazon (SWA). Dipakai sejak tahun 2014, SWA mengarahkan pengembang untuk menjalankan kode saja tanpa perlu mengawasi atau mengelola server. Pada dasarnya layanan ini tak berbayar, hanya saja ada biaya tambahan untuk pemaikan di jam sibuk, terhitung setiap peningkatan 100 milidetik.

Adanya sistem seperti ini membuat pengembang bisa berfokus pada kode dan pemicu tindakan. Sisa pekerjaan akan ditangani oleh SWA. Pemicu tindakan dapat berupa perubahan data. Contoh nyata kerja SWA adalah sebagai berikut. Pengguna aplikasi kendaraan online meminta penjemputan. Permintaan ini akan membuat kode SWA berjalan dan mencarikan pengendara yang tersedia.

Menekan tombol “bayar” dan lain sebagainya juga merupakan pemicu tindakan. Selanjutnya, SWA yang akan mengurus pembayaran tersebut. Singkatnya, SWA memungkinkan sistem untuk bekerja dengan pemicu tindakan dan kode saja. Hal ini berbanding terbalik dengan sistem lama yang cenderung menunggu pemicu tindakan dan mengelola sendiri tindakan yang diambil.

Meskipun SWA adalah penggambaran komputasi tanpa server yang paling mendekati, namun ada beberapa hal yang belum termasuk di dalamnya. Komputasi tanpa server mencakup area yang lebih besar dan luas.

Pimpinan Amazon memiliki perumpamaan menarik untuk menggambarkan sistem ini. “Sebelumnya, server bekerja seperti hewan peliharaan. Ketika mereka sakit, kamu harus merawatnya hingga sembuh. Cloud adalah hewan ternak. Jika mereka sakit, kalian membawanya ke padang rumput, lalu membeli yang baru. Dalam sistem tanpa server, tidak ada perawatan atau membeli yang baru.”

Perusahaan perlu mempertimbangkan untung dan rugi dari teknologi ini sebelum benar benar memakainya. Ada biaya tambahan yang berlaku, meski jumlahnya tak banyak. Selain itu, fungsinya pun belum berjalan maksimal. Selain itu, pengalihan ke komputasi tanpa server juga memerlukan pemecahan coding menjadi instruksi sederhana.

Trend IoT 2019
Berita Blog Informasi

Trend IoT 2019

Trend IoT 2019 – Dengan meningkatnya penggunaan IoT di dunia, akan terjadi beberapa perubahan menarik dalam beberapa tahun ke depan. Seperti yang sudah bisa ditebak, IoT akan menjadi motor penggerak perubahan ini. Meski dahulu sempat diawali dengan peningkatan yang cukup lambat, kebutuhan pengelolaan data membuatnya berkembang pesat dan bahkan mendorong perubahan.

– Pengamanan Data
Rasanya tidak berlebihan jika keamanan data member adalah prioritas utama dalam hal pengolahan informasi. Koneksi antar alat memungkinkan akses informasi permainan judi bola. Padahal, keamanan data pengguna ini krusial untuk semua bidang, dari transaksi bank secara online.

Sudah banyak teknologi yang diciptakan untuk mempermudah pengolahan data, tapi tak semuanya terjamin keamanannya. Sudah banyak yang menyebabkan kebocoran. Akun bank online digunakan orang lain dan banyak kasus lainnya. Ini adalah tantangan yang harus dipecahkan oleh pengembang IoT.

Tren yang sedang berkembang di dunia IoT menunjukkan proses pembuatan pengaman data. Para peneliti dan pengembang berusaha sekuat tenaga untuk membuat sistem keamanan IoT. Tak hanya para peneliti, perusahaan IoT juga ikut merancang sistem keamanan yang cukup memadai. Jika usaha ini berhasil, maka tidak hal ini akan menjadi terobosan baru dalam dunia IoT.

– Pengelolaan Data
Sekilas, pengelolaan data yang sudah berjalan terlihat baik baik saja. Namun demikian, ada beberapa titik lemah yang harus diperhatikan. IoT mungkin saja dianggap sebagai pengumpul dan pengelola data, namun ternyata yang diharapkan lebih dari itu. Besarnya data yang terkumpul memerlukan bantuan alat yang cukup kuat pula. Tanpanya, pengelolaan data akan berjalan lambat.

Ada banyak sekali aplikasi dan alat yang bisa digunakan untuk menganalisis dan mengelola data. Peneliti harus melihat mana saja aplikasi atau alat yang paling memungkinkan. Pada akhirnya, pengelolaan data ini akan melahirkan kombinasi yang sudah lama ditunggu: Kecerdasan Buatan (AI) dan IoT. Setelah peluncurannya, banyak hal yang akan berubah.

– Komputasi Cloud
Meskipun terlihat sangat hebat, IoT pada dasarnya hanya mengijinkan komunikasi antar alat dengan bantuan internet. Untuk dapat mengelola data, IoT memerlukan tempat penyimpanan yang memadai dan juga sistem analisis data. Produk akhir IoT diharapkan mampu memberikan informasi tepat waktu dan akurat.

Bekerja dengan internet memiliki banyak kelemahan. Salah satu yang paling utama adalah resiko peretasan. Oleh karena itu, pengembang lebih mengarahkan perhatian mereka kepada komputasi cloud yang lebih aman dan tepat. Selain menyimpan data, cloud juga akan mengelola dan mengambil tindakan sesuai perintah yang diberikan.

Kombinasi tepat ini akan membuat IoT naik ke tingkatan yang lebih tinggi. Bukan hanya sekedar jembatan komunikasi antar alat, IoT juga mampu memberikan respon yang diinginkan pengguna.

Jika IoT mampu membawa perubahan, artinya ia mendukung banyak pihak sekaligus. Dalam hal ini, semua perusahaan akan diuntungkan dengan proses pengelolaan data yang lebih singkat, cepat dan sesuai pasar. Untungnya, segala perubahan yang diprediksi akan terjadi membantu IoT untuk menyimpan dan mengelola data lebih baik.

Sekilas Tentang Internet of Things (IoT) atau Internet Untuk Segalanya
Berita Blog Informasi Program

Sekilas Tentang Internet of Things (IoT) atau Internet Untuk Segalanya

Sekilas Tentang Internet of Things (IoT) atau Internet Untuk Segalanya – Perkembangan dunia digital tidak hanya terhenti pada peluncuran ponsel pintar saja. Ada pula peluncuran Internet Untuk Segalanya (IoT). Adanya sistem ini memungkinkan si pemakai untuk merasakan kenyamanan yang jauh lebih tinggi dari penggunaan peralatan pintar. Teknologi ini telah merambah pasaran dan diprediksi akan semakin berkembang pada tahun 2020.
– Definisi IoT
IoT tidak hanya sekedar peralatan pintar, namun lebih dari itu. Pada dasarnya, segala sesuatu yang terhubung ke internet akan menjadi peralatan pintar. Beberapa contoh yang sudah sering ditemui adalah kulkas pintar, jam pintar, dan lain sebagainya. IoT merupakan lapisan kecerdasan digital, yang membuat sebuah peralatan jauh lebih pintar.

Penjelasan dari Lisa Elenius Taylor, Kepala pemasaran IoT Ericsson dapat dikutip untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. ôPada tingkatan paling dasar, IoT adalah hubungan antar alat, mesin, dan aplikasi yang memiliki perangkat lunak dan kemampuan untuk tersambung yang memampukan mereka untuk terhubung satu sama lain dan bertukar data, ponsel yang digunakan terhubung dengan mesin, aplikasi, dan internet, yang menjadikannya bertukar data.

– Contoh Penggunaan IoT
Banyak orang yang belum menyadari bahwa mereka adalah pengguna IoT. Coba periksa thermostat pintar yang terpasang di rumah. Thermostat akan secara otomatis mengatur temperatur rumah yang diinginkan pengguna. Bola lampu pun merupakan bagian dari IoT ketika alat ini mengingatkan pemilik rumah bahwa temperature di luar terlalu dingin, panas atau lembab.

Apakah IoT hanya mencakup perlengkapan kecil? Ternyata tidak. Ada pula kendaraan yang berjalan tanpa pengemudi, mesin jet, juga mesin sensor yang digunakan pada perusahaan pengelola tanaman. Konektivitas antar mesin besar ini disebut juga Mesin-Ke-Mesin (M2M). Sebagai tambahan, ada pula IoT dalam industri besar.

– Tantangan IoT
Inti dari IoT adalah kemampuan berbagi data. Pengembang telah meneliti bahwa jumlah data yang terkumpul dan harus dikelola oleh alat alat ini cukup banyak. Data besar, sebagaimana para pengembang menyebut pusat data alat IoT, berisi kumpulan data yang sangat berharga mulai dari kecenderungan konsumen, kebutuhan tak terduga, dan lain sebagainya.

Ironisnya, para pengembang belum tahu dan belum memutuskan tindakan yang akan diambil untuk data besar ini. Banyak perusahaan yang menyarankan pengelolaan data dengan berbasis cloud. Permintaan ini disambut positif oleh para pemegang perusahaan raksasa dalam bidang cloud.

Namun demikian, kalkulasi lain menunjukkan bahwa pengalihan data besar ke cloud akan memakan IP traffic yang cukup tinggi. Dengan kurang lebih 2.7 triliun alat dan koneksi yang ada, IoT akan memakan 5% kepadatan IP pada tahun 2021.

Dunia pelayanan menuntut pelayanan dengan kenyamanan tak terbatas. Langkah pertama yang telah berhasil dilakukan adalah membuat perangkat pintar yang terhubung ke internet. Selanjutnya, IoT memungkinkan perangkat ini untuk saling mengakses data. Dengan demikian, si pengguna tak perlu memasukkan instruksi manual ke masing masing peralatan. Sangat nyaman, bukan?

Gugatan Dan Pujian Untuk Biometrik
Berita Blog Informasi Program

Gugatan Dan Pujian Untuk Biometrik

Gugatan Dan Pujian Untuk Biometrik – Semua orang memiliki hak privasi, namun pada saat yang bersamaan, pemerintah juga harus memiliki akses ke hal hal privasi tersebut. Cara lama yang digunakan untuk menjaga privasi adalah dengan membuat “nama pengguna” dan “kata kunci”. Perkembangan teknologi memberikan solusi yang cukup menarik, tapi apakah pilihan ini adalah jalan keluar yang baik?
– Perkembangan Biometrik
Pada dasarnya, biometrik adalah pengukuran yang didasarkan pada karakteristik fisik. Manusia memiliki bentuk wajah, iris dan sidik jari yang berbeda beda. Hal ini juga berlaku pada saudara kembar. Tak hanya itu, bentuk telinga, cara duduk dan berjalan, bahkan aroma tubuh juga berbeda.

Dengan dasar diatas, Biometrik dianggap menjadi solusi terbaik untuk menggantikan penggunaan kata kunci dan nama akun. Seperti sudah diketahui, kata kunci dan nama akun sering bocor. Dan biasanya akun dan password permainan member sering diketahui dan digunakan orang lain sehingga Biometrik ini sangat berguna untuk mengatasi semua masalah yang dihadapi oleh para member.

Bentuk awal penggunaan Biometrik adalah pemindaian sidik jari. Kemudian, pengembangannya membuat Biometrik mampu mengenali suara, Citibank menggunakan pendeteksi suara dan Halifax menggunakan pendeteksi debaran jantung.

Verifikasi akses lain yang dipasangkan dengan Biometrik adalah e-passport. Di dalam e passport, terdapat sebuah kepingan yang menyimpan data wajah, sidik jari, dan iris mata. Ada pula teknologi pengamanan untuk mencegah peretas.

– Pujian Untuk Biometrik
Salah satu alasan untuk menggunakan teknologi Biometrik adalah kemudahan dan tingkat efektifitas yang tinggi. Bayangkan waktu yang dapat dihemat ketika orang tak perlu lagi mengetikkan kata kunci dan cukup meletakkan jari atau wajahnya pada alat pemindai. Sistem pendataan akan sangat cepat dan akurat.

Beberapa negara telah mengembangkan teknologi Biometrik untuk memecahkan masalah yang mereka alami. Sebagai contoh, Dubai akan memasang 60 kamera di sebuah terowongan untuk mengambil foto penumpang yang keluar dan masuk ke bandara. Ada pula negara yang mengembangkan pemindai retina dari jarak 10 meter. Rencananya, alat ini dipasang di keramaian.

– Gugatan Untuk Biometrik
Penggunaan Biometrik juga memiliki beberapa kelemahan fatal. Salah satunya adalah peretasan data pribadi. Ketika menggunakan kata kunci, pengguna dapat menggantinya jika ada usaha peretasan. Lain halnya dengan Biometrik yang menggunakan fitur wajah.karakteristik wajah dan tubuh akan tetap bertahan selamanya.

Beberapa pengembang alat pemindai sidik jari harus menerima kenyataan bahwa alat yang mereka buat dapat diretas dengan sidik jari buatan. Proses pembuatan sidik jari palsu ini pun tak lama, hanya 40 menit dan berbiaya sekitar $10.

Peretasan data besar besaran pernah terjadi di tahun 2015 di Kantor Managemen Personil Amerika Serikat. Peretas bisa memalsukan sidik jari 5.6 juta pekerja pemerintah.

Akses untuk data pribadi adalah satu hal yang cukup krusial. Mengingat sistem pendataan telah dipusatkan pada satu database besar, berhasil membuka pintu depan berarti memberikan akses ke semua data lainnya. Penggunaan bimetrik sejauh ini adalah solusi paling efektif, Namun perlu ada peningkatan kualitas guna menekan angka peretasan.

4 Faktor Perkembangan Pesat Robotic
Berita Informasi Program

4 Faktor Perkembangan Pesat Robotic

4 Faktor Perkembangan Pesat Robotic – Beberapa dekade yang lalu, pembicaraan tentang robot pekerja terasa jauh dari harapan. Banyak sekali misteri yang harus dipecahkan sebelum keahlian robot dapat menggantikan tenaga manusia. Selain itu, ada pula hambatan besar dalam penelitiannya, mengingat harga alat komputer yang cukup tinggi. Siapa sangka perkembangan jaman justru membuka jalan untuk robotic masa depan?

1. Harga Yang Semakin Terjangkau
Faktor utama penyebab terhambatnya perkembangan teknologi robotic adalah tingginya harga material yang dibutuhkan. Namun demikian, permintaan yang tinggi membuat produsen mampu menawarkan kebutuhan tersebut dengan harga lebih rendah. Kabar baiknya, penurunan harga ini berlaku tak hanya pada material standar, tapi juga teknologi sensor.

Sebagai contoh,teknologi sensor sekarang sudah bisa ditemukan pada ponsel pintar. Dulunya, teknologi ini bernilai ratusan dolar. Ada pula sensor yang berfungsi untuk mengolah data berdasarkan penekanan kata kunci dan lokasi. Walaupun di bidang hiburan belum memerlukan ini, tetapi bidang komersial lainnya jelas membutuhkan.

2. Perkembangan Sumber Terbuka
Dalam pengembangan robotic, satu pekerjaan yang paling memakan waktu adalah membuat sistem operasi. Untungnya pada tahun 2009, sebuah standar operasi sistem untuk robotic diperkenalkan kepada publik. Sistem Operasi ini disebut ROS (Robotic Operating System). Tak hanya membantu para pengembang, sistem ini dapat diakses tanpa biaya dan bisa dikreasikan sesuai kebutuhan.

Untuk melengkapi kombinasi ini, ada pula sebuah simulator sistem robotic yang disebut Gazebo. Setelah si pengembang berhasil membuat robotic mereka masing masing, Gazebo akan menilai seberapa efektif robot ini akan bekerja nantinya.

3. Pesatnya Perkembangan Prototipe Lain
Perkembangan robotic tidak hanya berhenti pada pembuatan sistem dan pengecekan ulang saja. Sebuah hasil cetak tiga dimensi juga harus dibuat, agar memudahkan para konsumen melihat apa yang akan mereka beli. Bila dulu para pengembang harus mengantri untuk mencetak model 3D untuk robotic, sekarang mereka bisa melakukannya dari meja kerja masing masing.

Ya, prototipe printer 3D sudah ada sejak lama dan disempurnakan seiring perkembangan robotic. Tak hanya sekedar mencetak model, printer 3D versi terbaharui juga mampu mengkombinasikan bahan bahan dasar yang diminta.

4. Tersedianya Fitur Pelengkap
Masing masing pengembang robotic memiliki idealisme masing masing. Namun demikian, hal mendasar yang umum ditemukan pada robotic juga termasuk pengenal suara dan objek. Dalam hal ini, perusahaan permainan online mempunyai sumbangsih yang cukup besar dengan sensor 3D miliknya.

Guna mendukung robotic berkembang ke arah automatisasi, perusahaan besar seperti Google, Amazon, bahkan Apple terus bekerja keras. Tujuan mereka adalah membuat Kecerdasan Buatan yang mampu beroperasi secara online maupun offline.

Jika sebelumnya robotic menemukan banyak halangan, maka perkembangan pesat teknologi memberikan jalan tolnya. Dengan biaya penelitian yang semakin rendah, semakin banyak pengembang yang berani memulai penelitiannya sendiri. Selain itu, banyak pula pengembang teknologi yang memberikan perangkat gratis untuk melakukan tes pada produk robotic.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!